// Toko Buku Buruh Membaca: Jurgen Habermas
Showing posts with label Jurgen Habermas. Show all posts
Showing posts with label Jurgen Habermas. Show all posts

Rasio dan Rasionalisasi Masyarakat [buku satu]

Judul: Rasio dan Rasionalisasi Masyarakat [buku satu]
Penulis: Jurgen Habermas
Penerbit: Kreasi Wacana
Kondisi: Segel punya
Cover: Softcover
Bahasa: Indonesia
Harga: Rp. 85.000

Keterangan

Modernitas perlu dikritik, karena membuat dunia-kehidupan terjajah. Kebebasan dan keadilan , kebahagiaan dan realisasi-diri yang dicita-citakan semakin menjauh, sementara manusia makin takluk oleh kuasa ilmu pengetahuan dan teknologi. Anomi, alienasi, rancunya identitas dan rapuhnya eksistensi adalah bukti yang tak bisa dipungkiri. Parahnya lagi, tempat menggantungkan harapan nyaris tidak ada, sebab sumber daya kultural, sosial dan politik dalam keadaan mandeg disumbat oleh daulat birokrasi dan moneterisasi.

Dunia-kehidupan yang dirasionalisasi jadi lahan berkembangnya aturan-aturan yang lebih biadap dibanding kolonialisme politik. Ketika dunia-kehidupan dikelola oleh rasionalitas instrumental (intrumental rasionality) dan diperantarai oleh sarana rasional-bertujuan (purposive rasional means), reproduksi simbolis jadi mandul, integrasi sosial dibikin luluh lantak oleh sistem. Saat pegangan hidup yang lebih hakiki lapuk tak berguna, segalanya terarah pada tujuan instrumental.

Mereka yang peka kemudian mengajukan tanya. Bagaimana upaya dekolonisasi dunia-kehidupan yang terjajah oleh hal-hal di atas bisa dilakukan? Bagaimana membebaskannya dari "kerangkeng besi" modernitas? Bagaimana manusia penghuninya bisa hidup dalam "terang" seperti yang dibayangkan Pencerahan?

Dengan caranya sendiri, Habermas berupaya menjawab pertanyaan ini secara teoritis. Langkah yang dia tempuh, pertama dan utama sekali, adalah mengenali apakah sesungguhnya rasio itu, bagaimana ragamnya, kemudian menyelidiki bagaimana proses rasionalisasi masyarakat terjadi. Terakhir, dia mencoba menunjukkan rasio seperti apa yang bakal tidak menjadikan masyarakat sebagai koloni. Sebuah rasionalitas yang akan bekerja bagai seorang pengayom.

Tak lain dan tak bukan, rasio komunikatif-lah yang dia tunjukkan. 

Kritik Ideologi (Menyingkap Pertautan Pengetahuan dan Kepentingan Bersama Jurgen Habermas)

Judul: Kritik Ideologi (Menyingkap Pertautan Pengetahuan dan Kepentingan Bersama Jurgen Habermas)
Penulis: F. Budi Hardiman
Pengantar: Fransz Magnis Suseno
Penerbit: Kanisius
Cover: Softcover
Bahasa: Indonesia
Harga: Rp. 55.000

Keterangan


Keyakinan dominan bahwa ilmu pengetahuan bersifat value-free dan disinterested mendapat goncanagan yang keras dari filsuf jerman kontemporer, Jurgen Habermas. Penerus Teori Kritis Mazhab Frankfurt ini bahkan menelanjangi kepentingan-kepentingan yang beroperasi du dalam sains modern. Buku ini merupakan sebuah ulasan komprehensif atas Teori Kritis Habermas pad apermulaan karir intelektualnya. Setelah mulai dengan ulasan tentang akar-akar scientism dalam pemikiran Barat, penulis mengulas secara komprehensif inti pemikiran Mazhab Frankfurt dan paradigma baru yang dibawa oleh Habermas. Bagian pokok buku ini merupakan sebuah upaya untuk menyelami kritik ideologi yang dipraktikkan Habermas, dengan membongkar kepentingan teknis ilmu-ilmu alam, kepentingan praktis ilmu-ilmu kemanusiaan dan kepentingan emansipatoris ilmu-ilmu kritis, seperti teori-teori Marxis dan psikoanalisis Freud. Dengan jalan ini Habermas menerobos jalan pembaruan Teori Kritik Masyarakat dengan paradigma komunikasi.

Sebuah buku yang memberi road map rinci dan mendasar bagi mereka

Habermas - Dasar dan Konteks Pemikiran (Michael Pusey)

Judul buku: Habermas - Dasar dan Konteks Pemikiran
Penulis: Michael Pusey
Penerbit: Resist Book Yogyakarta
ISBN: 978-979-1097-83-3
Jenis Cover: Soft Cover
Halaman: 188
Text Bahasa: Indonesia
Harga: Rp. 60.000


Habermas
Dasar dan Konteks Pemikiran
  
Siapa yang tidak kenal Habermas—tokoh penting dalam dunia intelektual Jerman dan pakar sosiologi paling terkemuka setelah Weber? Ya, tentu, mereka yang tak pernah membaca buku-bukunya atau tulisan-tulisan tentangnya.