Arok Dedes-Pramoedya Ananta Toer


Judul buku: Arok Dedes
Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Penerbit: Lentera Dipantara 
Cover: Softcover
Kondisi: Segel punya, buku asli
Text Bahasa: Indonesia
Harga: Rp. 175.000


STOK BARU 10EKS


Keterangan:


"Mungkin kau lupa. Jatuhkan Tunggul Ametung seakan tidak karenga tanganmu. tangan orang lain harus melakukannya. Dan orang itu harus dihukum di depan umum berdasarkan bukti tak terbantahkan. Kau mengambil jarak secupuknya dari peristiwa itu". PAT

Roman Arok Dedes bukan roman mistika-irasional (kutukan keris Gandring tujuh turunan). Ini adalah roman politik seutuh-utuhnya. Berkisah tentang kudeta pertama di Nusantara. Kudeta ala Jawa.
Kudeta merangkak yang menggunakan banyak tangan untuk kemudian memukul habis dan mengambil bagian kekuasaan sepenuh-penuhnya. Kudeta licik tapi cerdik. Berdarah, tapi para pembunuh yang sejati bertepuk dada mendapati penghormatan yang tinggi. Melibatkan gerakan militer (gerakan Gandring), menyebarkan syak wasangka dari dalam, memperhadapkan antarkawan, dan memanasi perkubuan. Aktor-aktornya bekerja seperti hantu. Kalaupun gerakannya diketahui, namun tiada bukti yang paling sahih bagi penguasa untuk menyingkirkannya.

Arok adalah simpul dari gabungan antara mesin paramiliter licik dan politisi yang cerdik-rakus dari kalangan sudra/agrari yang merangkakkan nasib menjadi penguasa tunggal tanah Jawa). Arok tak mesti memperlihatkan tangannya yang berlumur darah mengiringi kejatuhan Ametung di Bilik Agung Tumapel, karena plitik tak selalu identik dengan perang terbuka. Politik adalah permainan catur di atas papan bidak yang butuh kejelian, pancinganm ketegaan melempar umpan-umpan untuk mendapatkan umpan besar. Tak ada kawan dan lawan. Yang ada hanya tahta di mana seluruh hasrat bisa diletupkan sejadi-jadi yang dimau.

Pada akhirnya roman Arok-Dedes menggambarkan peta kudeta politik yang kompleks yang "disumbang" Jawa untuk Indonesia.