Estetika Marxis (Henri Avon)


Judul buku: Estetika Marxis
Penulis: Henri Arvon
Penerbit: Resist Book Yogyakarta
ISBN: 979-979-1097-76-5
Jenis Cover: Soft Cover
Halaman: 124 halaman
Text Bahasa: Indonesia
Harga: Rp. 55.000


Pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai “seni untuk seni” dan “seni untuk rakyat” mengambil bentuk polemikal hingga sekarang. “Seni untuk seni” diidentikkan dengan estetika kelas borjuis, sedangkan “seni untuk rakyat” identik dengan estetika Marxis. Namun, dalam buku ini, benarkan apa yang ditulis oleh Henri Arvon mengenai estetika Marxis sesuai dengan prinsip-prinsip Marxis? Ya, sepakat atau tidak sepakat, membaca buku ini akan sungguh mengasyikkan dan menambah wacana kita tentang seni dan Marxisme.

Benar, tidak ada ulasan sistematis mengenai seni dalam tulisan-tulisan Marx dan Engels.  Tapi Arvon berpendapat lain. Menurutnya, Marx dan Engels memiliki minat terhadap seni sejak awal dan di sepanjang  hidupnya.

Sebuah estetika humanis, menurut Arvon, telah dibicarakan oleh Marx di dalam Capital; Marx bicara mengenai sifat seni sebagai kerja kreatif.  Ketika Marx beribicara (dalam Capital I, bab 5) tentang esesnsi kerakter kerja manusia, dengan membandingkan antara kerja seorang arsitek dan lebah, adalah bahwa, di dalam sistem kapitalisme, seorang arsitek dibutuhkan semata-mata sebagai buruh, bukan sebagai seorang seniman. Gagasan bahwa semua kerja yang tidak teralienasi adalah suatu kerja kreatif, dan oleh karenanya secara intrinsik dikategorikan sebagai kerja seni,  menyediakan basis bagi estetika humanis yang akan berhasil mendemistifikasi seni dengan melihat kesejarahannya—dalam perkembangan dan sparasinya dengan aktifitas-aktifitas lain.

Pandangan Arvon mengenai seni, pada akhirnya, memberi penegasan bahwa di bawah seni kapitalis, seperti bentuk-bentuk kerja yang lain, akan semakin menjadi kerja yang terasing. Akhirnya karya seni tak lebih dari sekedar komoditas. Dan relasi dalam produksi karya-karya seni mereduksi  posisi artistik para seniman—menjadi salah satu kerja yang dieksploitasi untuk menghasilkan nilai lebih.

Tentu, buku ini sangat menarik untuk dibaca dan didiskusikan. Buku ini merupakan salah satu kajian terbaik mengenai perkembangan filsafat dan kesejarahan estetika Marxis. Bagi Arvon, estetika Marxis merupakan suatu doktrin tentang yang kongkret, karenanya setiap masalah harus dievaluasi ulang dalam situasi historis yang unik.

Dengan gaya akademisi Perancis yang jernih dan sederhana, Arvon menganalisa perkembangan utama sejarah estetika Marxis sejak dari Marx dan Engels. Tulisan-tulisan Marx dan Engels diterangkan dalam kaitannya estetika Hegelian maupun dengan kontroversi-kontroversi artistik pada periode tersebut. Pendekatan yang sama ia terapkan ketika mengurai Lenin,  Trotsky, Plekanov, V.G. Belinsky, N.G. Chernyshevsky, dan pemikir-pemikir estetika revolusioner lainnya.

Segera nikmati pemikiran fenomenal dari Arvon ini, dan di Toko Buku Buruh Membaca (TBBM) buku ini masih tersedia. Kami juga bersedia untuk membedah buku ini—juga buku-buku yang lainnya. (JSA)